Sumsel kembangkan kawasan pertanian terpadu

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan mengembangkan kawasan pertanian terpadu melalui program integrasi sapi dengan kelapa sawit.

"Program tersebut untuk mengoptimalkan persediaan sapi yang setiap menghadapi lebaran selalu kurang," kata Gubernur Alex Noerdin kepada wartawan di Palembang, Kamis.

Ia mengemukakan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pandu tani Indonesia karena program tersebut akan dilaksanakan bersama.

Pihaknya menilai program itu akan cukup berhasil sebagai usaha pengembangan dan pengoptimalan lahan perkebunan sawit di Sumatera Selatan, serta juga dalam rangka mendukung swasembada daging nasional.

Melalui program integrasi sawit-sapi tentunya sangat penting untuk membantu peningkatan hasil pertanian dan terlebih lagi akan berdampak besar terhadap perekonomian rakyat, katanya.

Selain untuk mencapai swasembada daging nasional di Sumsel, kata Alex Noerdin, juga melalui pola yang ditempuh pemerintah daerah bersama pandu tani itu sangat menguntungkan masyarakat, sebab dengan pola tersebut, keuntungan didapat akan lebih besar.

Pola tersebut, para petani atau peternak tidak perlu lagi mencarikan rumput untuk pakan sapi sebab telah tersedia makanan hijau di areal perkebunan mereka, ujar dia.

Apalagi Sumsel memiliki sekitar 800 ribu hektare perkebunan sawit dan bila setengah saja yang bisa dikembangkan sebagai pertanian terpadu, maka daerah itu bisa mencapai swasembada daging.

Memang, ujar dia, program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman sawit melalui pupuk organik  dihasilkan dari limbah atau kotoran ternak sapi yang berada di areal itu.

Jadi untuk mendukung itu pemerintah daerah siap mengintegrasikan program tersebut dengan Dinas Pertanian dan Perternakan Sumsel, sehingga diharapkan menjadi salah satu strategi mengamankan kebutuhan daging lokal di daerah itu.

18 Jul, 2013


-
Source: http://sumsel.antaranews.com/berita/276745/sumsel-kembangkan-kawasan-pertanian-terpadu
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments: