Produksi batu bara Musirawas terkendala angkutan

Musirawas (ANTARA Sumsel) - Produksi tambang batu bara di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan saat ini terkendala angkutan untuk mengapalkan ke berbagai daerah.

Angkutan terdekat pengapalan batu bara itu adalah lewat pelabuhan laut Bengkulu, tapi terkendala jalan khusus menuju wilayah itu, kata Kepala Dinas Energei Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Musirawas Suhendi, Senin.

Untuk mengantisipasi masalah itu pihaknya saat ini berkoordinasi dengan pengusaha untuk menggunakan jalur kereta api menuju pelabuhan laut Tanjung Siapi-api, Sumatera Selatan.

Alternatif lainnya adalah perusahaan batu bara membuat jalan khusus lewat Kabupaten Musi Banyuasin ke pelabuhan laut Sumsel, karena sesuai instruksi Gubernur Sumsel Alex Noerdin angkutan batu bara tidak boleh melewati jalan nasional atau jalan provinsi.

Bagi perusahaan melanggar instruksi itu akan dikenakan sanki pencabutan izin usaha pertambangan (IUP), dengan demikian seluruh perusahaan pertambangan batu bara harus mematuhinya.

Bagi beberapa perusahaan batu bara yang sudah berproduksi diimbau pengangkutannya tidak melewati jalan nasional atau jalan provinsi daerah itu, ujarnya.

Sekretaris Dinas ESDM Hendriansyah menjelaskan, Kabupaten Musirawas tidak hanya memiliki potensi migas, tapi juga cadangan gas alam cukup besar.

Selain itu ada batu bara, emas, batu besi, marmer, andesit, granit, tanah liat, dan jenis batuan lainnya.

Sementara, perusahaan batu bara yang sudah melakukan eksploitasi adalah PT Gorby Putra Utama dan PT Bara Sentosa Lestari dan perusahaan batu besi hanya PT Mandiri Agung Jaya Utama, ujarnya.

22 Jul, 2013


-
Source: http://sumsel.antaranews.com/berita/276859/produksi-batu-bara-musirawas-terkendala-angkutan
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments: