Sekolah manipulasi data beasiswa masuk "daftar hitam"

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sekolah Menengah Atas yang terbukti memanipulasi data beasiswa Bidik Misi secara otomatis masuk daftar hitam, sehingga usulan pada tahun berikutnya tidak akan diterima panitia, kata Pembantu Rektor I Universitas Sriwijaya Anis Saggaf.

"Sekolah yang siswa calon penerima Bidik Misi-nya gagal dalam proses visitasi (kunjungan langsung tim verifikasi) maka pada tahun berikutnya akan di "black list" atau tidak akan diterima lagi usulannya," kata Anis di Palembang, Minggu, terkait 15 orang calon mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi yang gagal menjadi mahasiswa Unsri tahun pendidikan 2013.

Ia mengemukakan, ke-15 mahasiswa itu terbukti tidak layak menerima bantuan biaya pendidikan khusus bagi keluarga miskin mengingat secara ekonomi masuk dalam golongan menengah.

"Aturan menetapkan bahwa total penghasilan keluarga jika dibagi untuk setiap anggotanya tidak melebihi Rp500.000 perbulan. Jadi boleh saja berpenghasilan Rp5 juta asalnya jumlah tanggungannya melebihi sepuluh orang," katanya.

Ia menerangkan, panitia penerimaan mahasiswa secara nasional menerapkan aturan ketat yakni tidak memberikan kesempatan kedua kepada sekolah yang terbukti memanipulasi data dikarenakan untuk memberikan efek jera.

"Dalam dunia pendidikan itu paling utama adalah membentuk mental seseorang, artinya kejujuran merupakan hal yang utama," katanya.

Unsri mendapatkan kuota mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi sebanyak 550 orang, namun yang dinyatakan lulus berdasarkan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2013 hanya 430 orang.

Setelah dilakukan visitasi ternyata yang berhak menerima bantuan hanya 415 orang.

Penerima beasiswa itu akan dibebaskan biaya pendidikan selama mengenyam bangku kuliah dalam masa efektif (untuk strata satu selama empat tahun), mendapatkan uang saku Rp500.000 perbulan, dan satu unit laptop.

21 Jul, 2013


-
Source: http://sumsel.antaranews.com/berita/276848/sekolah-manipulasi-data-beasiswa-masuk-daftar-hitam
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments: